Pages

Minggu, 12 Juli 2026

Semangat Hari Pertama! SMPN 1 Pragaan Sambut 36 Murid Baru Melalui Kegiatan MPLS

 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Pragaan resmi dimulai dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid SMPN 1 Pragaan sebagai bentuk kebersamaan dalam menyambut tahun ajaran baru. Secara khusus, sebanyak 36 murid baru turut mengikuti rangkaian MPLS, yang terdiri atas 18 murid perempuan dan 18 murid laki-laki. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta membangun karakter yang positif.

Pelaksanaan MPLS diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman SMP Negeri 1 Pragaan. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMP Negeri 1 Pragaan, H. Gatot Rudy Asmu’i, S.Pd., menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya disiplin, semangat belajar, serta sikap saling menghormati di lingkungan sekolah. Beliau juga mengajak seluruh murid baru untuk menjadikan MPLS sebagai momentum dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab sebagai pelajar.

Hari pertama MPLS ini semua murid, guru dan Tenaga Kependidikan SMPN 1 Pragaan mengenakan baju adat madura. Hal ini sesuai dengan himbauan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, S.Pd, M.T. untuk melestarikan budaya Madura sebagai wujud cinta budaya dan identitas daerah.

Selama kegiatan MPLS, para murid mendapatkan berbagai materi yang bermanfaat, mulai dari pengenalan visi dan misi sekolah, tata tertib, budaya positif, hingga wawasan tentang pencegahan perundungan, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dan pembentukan karakter. Berbagai kegiatan interaktif juga disiapkan agar murid baru dapat saling mengenal, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan guru dan kakak kelas.

Melalui kegiatan MPLS ini, SMP Negeri 1 Pragaan berharap seluruh murid baru dapat beradaptasi dengan baik dan siap mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun ke depan. Dengan semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan karakter yang kuat, diharapkan para peserta didik mampu meraih prestasi serta menjadi generasi yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan membanggakan sekolah maupun keluarga.

Senin, 30 Juni 2025

Penerimaan Murid Baru 2025

SMP Negeri 1 Pragaan menyatakan komitmen penuh untuk menolak segala bentuk gratifikasi dan praktik korupsi dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025. Langkah ini merupakan wujud nyata dari tekad sekolah dalam membangun sistem pendidikan yang bersih, adil, dan berintegritas tinggi.

Kepala SMPN 1 Pragaan, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam setiap kebijakan sekolah, termasuk dalam proses penerimaan murid baru. “Kami tidak akan mentolerir praktik yang mencederai kepercayaan masyarakat. SPMB harus bersih, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Komitmen ini juga disepakati oleh seluruh guru dan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS), yang secara kolektif menyatakan penolakan terhadap segala bentuk pemberian yang bertujuan mempengaruhi keputusan dalam proses seleksi. 

Langkah konkret yang diambil antara lain adalah menyusun prosedur SPMB secara terbuka dan terdokumentasi. Dengan begitu, proses penerimaan akan dapat diawasi oleh publik secara langsung.

Selain itu, sekolah secara aktif memberikan edukasi kepada orang tua calon siswa mengenai bahaya gratifikasi dan dampaknya terhadap mutu pendidikan. Sosialisasi ini dilakukan melalui pertemuan wali murid, media sosial sekolah, serta spanduk yang dipasang di lingkungan sekolah sebagai bentuk kampanye antikorupsi.

SMPN 1 Pragaan juga menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti Dinas Pendidikan dan Inspektorat Daerah untuk memastikan proses SPMB 2025 berjalan sesuai aturan dan bebas dari intervensi yang merugikan. Audit internal akan dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi sistem dan mencegah celah kecurangan.

Dengan segala upaya ini, SMPN 1 Pragaan berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menegakkan budaya anti-korupsi sejak dini. Penerimaan siswa baru bukan hanya soal administratif, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalisme di lingkungan pendidikan.